Bongcha's Profile
NamaGeum Bongcha
PanggilanBongcha, Ice Princess, Freak (dari teman sekelasnya di Seoul)
GenderPerempuan
Tempat LahirSeoul, Korea Selatan
Tanggal Lahir12/11/1998
Orientasi SeksualHeterosexual
ZodiakScorpio
Status PekerjaanMahasiswi Sastra Inggris
JenisMutant
KemampuanAbsorption
Face Claim / Voice Claim
Shen Xiaoting (Kep1er)
MBTIMoral Alignment
INTPChaotic Neutral

Geum Bongcha adalah sosok yang dingin, berterus terang, cerdik, dan sardonik, tidak jarang kalimatnya menyakiti orang lain sampai banyak orang menjauhinya namun Bongcha tidak peduli akan hal tersebut, kata maaf hampir tidak ada di kamusnya. Bongcha tidak menyukai berbicara, jua berinteraksi dengan orang lain, baginya orang lain hanya bisa membuatnya hancur. Ia sulit menaruh kepercayaannya bahkan terhadap orang-orang terdekat. Ibunya sering mengatakan ia adalah gadis yang tidak takut apapun, si pemberani yang perfeksionis dan keras kepala. Sosok yang tertutup, dan begitu defensif. Bongcha kerap menyimpan masalahnya sendiri. Bongcha juga sosok tempramental dan control freak ketika terjadi hal-hal di luar kendalinya ia akan mudah marah. Bongcha tidak suka orang lain masuk ke dalam hidupnya dan memasang 'eksterior sok kuat' karena dia terluka oleh begitu banyak orang di masa lalu; Dia tahu itu cara termudah untuk melindungi dirinya.

Dibalik topengnya, Bongcha cenderung mudah merasa bosan dan kesepian hingga acap mencari keramaian hanya untuk berdiam sendiri dengan pikirannya dan jauh lebih sensitif dari yang terlihat. Oh, satu hal lagi, jangan kira Bongcha tidak punya hati nurani karena biar bagaimanapun ia tetaplah makhluk hidup yang mempunyai hati dan akal.

What they say
about her appearance . . . .

"Bongcha selalu tampil modis, pakaiannya biasanya berwarna netral dan hitam putih, sepertinya bawaan dari ibunya yang seorang fashion designer."

"Bongcha itu cantik, tapi tidak pernah sekalipun tersenyum selain ketika dia masih rajin tampil di layar kaca saat ia masih kecil dulu."

"Bongcha? Dia pernah memenangkan angket murid tercantik dan terpopuler karena dia mantan model cilik.. ya, kalau bertemu langsung dengannya, pasti setuju. Proporsi tubuhnya sempurna."

"Matanya bulat dan bersinar, seperti anak rusa."


TRIVIA

  • Dibalik kalimat 'Tidak takut apapun' Bongcha sebenarnya adalah pengindap thalassophobia (phobia akan laut) dan karena hal ini Bongcha tidak bisa berenang.

  • Bongcha tidak menyukai segala kontak fisik karena memicu ingatan buruknya pada malam itu.

  • Mengindap depresi dan gangguan kecemasan, Bongcha cenderung sering menyakiti diri dengan benda tumpul maupun tajam

  • Memiliki kebiasaan menggigit bibirnya hingga berdarah ketika gangguan kecemasannya timbul disertai kesulitan bernapas.

  • Memiliki banyak bekas luka keloid di lengannya

  • Ambidextrous, bisa menggunakan kedua tangannya dengan optimal

  • Tidak menyukai rasa maupun bau bawang.

  • Menyukai skateboarding, ia mampu melakukan beberapa trik sulit.

  • Hobi fotografi, baik digital maupun analog. Jenis fotografi yang disuka adalah street photography.

  • Dapat tidur di mana saja bila sudah kelelahan, tetapi juga mudah terbangun alias light sleeper.

  • Bongcha sering mengasosiasikan diri dengan bunga krisan putih

Geum's household . . . .


Geum Bongcha
Geum's youngest daughter

Geum Kwangsoo
father

Ahn Yeseo
mother

Geum Byungho
older brother

Others she find important . . . .

Lee Seokwoo
step-father

Lee Daeun
step-sister

Jung Hajoon
ex-boyfriend

Kim Sunoo
someone she hates

Choi Yeoreum
friend

The Tale . . . .

CONTENT WARNING : MENTION OF MENTAL ABUSE AND RAPE.

Geum Bongcha itu siapa?

Bukan siapa-siapa. Hanya satu individu yang keberadaannya tidak pernah diduga, berusaha untuk tetap berdiri kokoh, namun fondasinya tak lagi sanggup menopang jiwa, hingga sakit harus ia derita.

Geum Bongcha merupakan anak kedua pasangan suami istri tersohor, Geum Kwangsoo dan Ahn Yeseo. Siapa yang tidak mengenal Geum Kwangsoo salah satu dosen politik di salah satu universitas ternama di Seoul sekaligus figur politik berpengaruh sedangkan ibunya Ahn Yeseo adalah seorang fashion designer yang karyanya tengah naik daun di ranah fesyen internasional. Dua kombinasi sempurna yang menjadikan keluarga Geum sebagai salah satu keluarga paling berpengaruh di Korea Selatan.

Sejak kecil Bongcha dididik agar menjadi sosok yang serba sempurna untuk mempertahankan derajat keluarga Geum, begitu halnya dengan sang kakak Geum Byungho namun perlu diakui, Bongcha selalu berada satu pijak di bawah sang kakak. Hal ini yang membawanya berpikir kalau Byungho adalah matahari, sedangkan dirinya adalah bulan.

Cantik dan multitalenta, begitu orang-orang menyebutnya. Geum Bongcha adalah paket sempurna, kehidupannya banyak disorot publik dari tahun ke tahun, puncaknya adalah ketika ia terjun menjadi model cilik untuk busana karya ibunya sendiri.

PHASE ONE: THE DUSK

Hidupnya sempurna, bukan begitu? Salah besar.

Siapa yang pernah menyangka sang ayah terlibat hubungan asmara dengan salah satu muridnya dan tertangkap basah kepala dekan universitas yang menaunginya. Jelas Bongcha merasa malu akan tindakan sang ayah sebab selama ini di keluarganya tidak pernah terjadi apa-apa, hubungan kedua orangtuanya tetap harmonis sekalipun sang ayah memutuskan untuk bermain api dibalik topengnya.

Topeng yang begitu sempurna berhasil menutupi semua kebusukan sang ayah, namun rasa cinta sang ibu jauh lebih besar, terlebih mengingat kedua anaknya yang masih di usia belia, Ahn Yeseo tidak ingin keluarganya hancur begitu saja pun akhirnya membawa keluarganya pergi dari Seoul untuk menghindari omongan orang-orang dan menyerahkan hampir seluruh aset miliknya kepada sang adik sementara keluarganya menjauh dari keramaian dan perhatian publik, dari sini perlahan orang-orang melupakan eksistensinya.

PHASE TWO: THE DAYLIGHT

Terhitung usianya yang ke 12 ayahnya lagi-lagi terlibat hubungan asmara dengan seorang gadis di kota barunya, tidakkah sang ibu sudah sangat berupaya menjaga keluarganya? Kali ini ia menyaksikan sendiri bagaimana ibunya hancur usai memberi si pria hidung belang kesempatan yang kedua, menyesali pilihannya untuk tidak segera melepas cincin pernikahannya.

Setiap malam ibunya pulang dengan kondisi berantakan sampai-sampai berbagai media elektronik maupun media cetak kembali meliputnya, mempertanyakan kondisi mental dan keluarga sang mantan desainer terkenal tersebut.

Malangnya nasib kedua anak dari pernikahan yang tidak lagi harmonis itu, setiap hari menjadi saksi bagaimana kehidupan tenang sebelumnya hancur dan melebur seiring berjalannya waktu.

Bongcha perlahan mulai mengacuhkan sang ayah, menganggapnya sebagai bajingan yang menghancurkan keluarganya. Tiada rasa bersalah ditunjukan sang ayah atas kondisi sang ibu, justru makian seperti 'wanita bodoh' kerap diterima sang ibu sebab 'terlalu' berusaha memperbaiki hubungan mereka. Entah siapa yang paling bersalah sampai-sampai tiada yang menerima untuk disalahkan.

Tapi tahu apa yang paling membuatnya merasa kecewa? Dua mahkluk itu sama saja, sama-sama busuk. Bongcha berani mengatakannya sebab ia berhasil menemukan fakta bahwa dirinya bukanlah anak kandung Geum Kwangsoo melainkan pria lain, cinta pertama Ahn Yeseo yang tidak pernah disebutkan namanya di setumpuk surat yang disembunyikan di bawah kasur orangtuanya, cinta pertama memang tidak mati, ya? Katanya, Yeseo seharusnya menikah dengan pria itu, namun keluarga tidak menyetujui. Hal ini menimbulkan munculnya gejala depresi dan gangguan kecemasan pada pola hidup si bungsu.

Apa pernikahan adalah permainan belaka bagi orang dewasa?

Bongcha benci keduanya, hanya Byungho yang benar-benar ia anggap sebagai keluarganya sendiri namun Byungho pun menghilang sebab ia jua tidak sanggup menghadapi keluarga disfungsional semacam ini. Namun Bongcha tetap bertahan. Bongcha, pilar satu-satunya yang tersisa.

PHASE THREE: THE DAWN

Usia 14 tahun, Bongcha menyaksikan pernikahan kedua sang ibu dengan kekasih barunya usai sidang perceraian dilaksanakan pengadilan setempat, Bongcha memutuskan untuk ikut dengan ibunya karena sudah seharusnya ia lebih melindungi ibunya, lagipula Kwangsoo tidak mengakuinya lagi. Pikirnya pernikahan ini awal mula yang baik sebab sudah seharusnya Kwangsoo lenyap dari hidupnya namun prakiraannya salah, Lee Seokwoo── ayah barunya, jauh lebih manipulatif dibanding Kwangsoo. Harta kekayaan sang ibu dikuras habis tanpa sisa untuk kehidupannya sendiri serta sang adik tiri; Lee Daeun. Hidup ini terasa jauh lebih keras dibanding sebelumnya, setelah mempertanyakan arti cinta, Bongcha jua harus merasakan bagaimana pelik hidup tanpa uang, tidak seperti dulu yang bergelimang harta.

Memasuki jenjang sekolah menengah atas, Bongcha bertemu dengan Jung Hajoon, cinta pertamanya yang merupakan kakak kelasnya, pertama kali, Bongcha merasa ia tidak perlu memikul beban hidupnya seorang diri. Hajoon, cinta pertamanya yang menunjukan hidup tidak seburuk yang ia kira. Mulanya memang begitu, Bongcha bahagia saat ia bersama Hajoon namun ternyata buah apel tidak jatuh jauh dari pohonnya. Sama halnya dengan sang ibu, Bongcha juga terjerat hubungan tidak sehat namun tentu semua itu dia abaikan begitu saja.

Bongcha begitu rapuh dihadapan Hajoon menjadikannya haus validasi dari prianya, menyalahkan diri apabila hubungan mereka merenggang dan lain sebagainya yang sebenarnya menyakiti mentalnya lebih jauh namun Bongcha merasa bahwa Hajoon adalah zona nyamannya yang tidak semudah ia lepaskan. Puncak kebodohannya adalah malam kelulusannya, Hajoon membawanya pergi bersama teman-temannya, membuat Bongcha mau tidak mau ikut meminum-minuman beralkohol padahal saat itu usianya belum cukup untuk minum-minum yang lantas berakhir mabuk berat. Alih-alih menolongnya, Hajoon beserta teman-temannya justru memanfaatkan keadaan dan ‘memakai’ Bongcha yang kondisinya tidak sadar itu.

PHASE FOUR: THE MIDNIGHT

Lalu, apa yang terjadi esok hari? Mereka membuangnya. Geum Bongcha sudah kotor, bukan begitu? Ia bukan lagi mainan yang menyenangkan bagi mereka terlebih lagi ketika Bongcha meminta kejelasan hubungannya dengan Hajoon yang diputus sepihak.

ㅤㅤㅤㅤ“Geum Bongcha, apakah kamu tidak tahu? Kamu ini hanya permainan bagiku, aku sudah menang, jadi kamu aku lepaskan.”

ㅤㅤㅤㅤ“Kamu lebih baik mencari pria lain yang lebih baik, yang bisa menjagamu dengan baik.”

Baginya hari itu, dunianya hancur. Emosinya tidak lagi ia tahan, semuanya ia luapkan pada teruna Jung.

ㅤㅤㅤㅤSialan, kau, Jung Hajoon, lebih baik kamu mati!

Gadis itu mencekik erat batang leher teruna, tiada memberinya ruang untuk bernapas, siapa yang bisa menyalahkan ketika Bongcha lepas kendali? Itu lah pertama kalinya ia menggunakan kemampuannya, menyerap segenap energi yang tersisa pada tubuh Hajoon hingga merenggang nyawa.

Menghilangkan jejaknya, Ia menjauhi semua orang dalam hidupnya, menurutnya berada bersama orang lain hanya akan mendorongnya ke jurang keputusasaan yang selalu menghantuinya. Tiada satu orang pun yang dapat ia percaya.

Kondisi mentalnya benar-benar terganggu, ia seringkali berusaha mengakhiri hidupnya, Namun Bongcha belum menyerah, mungkin masih ada tempat untuknya berdiri.

Jadi, Geum Bongcha itu siapa?

Klisenya, Geum Bongcha si gadis bagai bulan yang lenyap ditelan kegelapan yang berjuang untuk dirinya sendiri.

Development . . . .

  • coming soon

Hello, I'm the director behind Bongcha's life! Thank you so much for coming to my site! I hope every informations that I provide in here can help you understand more about Geum Bongcha, a fictitious character that I made with blood and sweat.

Before interacting with me or Bongcha, please read the conditions below carefully.

Geum Bongcha is a fictitious character. Everything that happened and will happen are also fictitious. If there are any similarities, I assure you that it is just a coincidence.
Bongcha storyline and personality is own interpretation of Jules Vaughn of Euphoria, Alyssa Foley of TEOTFW, Violet Harmon of AHS Murder House, and Lee Eun-yoo of Sweet Home.
All of the editings in this site were originally made by me. Please do not use it without my permission.
Plagiarism is stricly prohibited. I believe you already know the ethics.
I accept any constructive criticisms and suggestions, but you must say it politely. If you need anything, you can knock my direct message me.

And that's all. Last but not least, let's build storyline together and I hope you can enjoy your time in the roleplay world. Let's meet again soon, fellow writers!
Best regards,
ᴄʜʀᴏɴᴏsᴀᴜʀᴜs ♡